Jadwal Shalat

Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang

"Selalu ada Allah SWT, maka berharaplah kepada-Nya" (Kasmui@Allah.SWT)
Home

Minggu, 09 November 2014

LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN 2 SINTESIS GARAM MOHR


LAPORAN PRAKTIKUM
PERCOBAAN 2
SINTESIS GARAM MOHR

Logo_Unnes

Disusun oleh:
Nama                           : Dewi Ikmah
NIM                            : 4301412022
Prodi                           : Pendidikan Kimia
Rombel                        : 002
Kelompok                   : 8
Tanggal Praktikum      : 11 April 2014
Dosen                          : Ella Kusumastuti

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
PERCOBAAN 2
SINTESIS GARAM MOHR
Tanggal praktikum : 11 April 2014

A.    Tujuan Percobaan
Mempelajari pembuatan garam mohr dari reaksi antara besi dengan asam sulfat dan larutan ammonia.

B.     Dasar Teori
Besi adalah logam yang kedua melimpah sesudah Al, dan unsur keempat yang paling melimpah dalam kulit bumi. Teras bumi  yang dianggap utama terdiri atas Fe dan Ni. Bijih yang utama adalah hematite Fe2O3, magnetite Fe3O4limonite Fe(OH), dan siderite FeCO3. Besi murni cukup reaktif dalam udara lembab cepat teroksidasi memberikan besi (III) oksida hidrat (karat) yang tidak sanggup melindungi, karena zat ini hancur dan membiarkan permukaan logam yang baru terbuka. Besi yang sangat halus bersifat pirofor.
Penambahan OH kepada larutan Fe2+ menghasilkan hidroksida hijau pucat, yang mudah teroksidasi oleh udara memberikan ferrioksida hidrat yang coklat merah. Fe(OH)2 suatu hidroksida sejati dengan struktur Mg(OH)agak bersifat amfoter. Seperti Fe, zat ini larut dalam NaOH pekat, dari larutan ini dapat diperoleh kristal-kristal biru Na4[Fe2(OH)6].
Besi merupakan salah satu logam transisi golongan VIIIB yang mudah ditempah, mudah dibentuk, berwarna putih perak, dan mudah dimagnetisasi pada suhu normal logam besi terdapat dalam tiga bentuk, yaitu x-iron (α-iron), dan (garam-iron), dan (γ-iron) perdeaan dari tiap bentuk besi dapat bersenyawa dengan unsur–unsur lain. Dan dilihat dari susunan atom–atom pada kisi kristalnya. Seperti contoh yaitu unsur halogen (fluorin, klorin, bromine, iodin, dan astatin), belerang, fosfor, karoon, oksigen, dan silikon. Dialam, besi terdapat dalam bentuk senyawa-senyawa antara lain sebagai hematif, (Fe2O3) magnetik (Fe2O4), dari proses elektrolisis dari larutan besi sulfat.
Unsur besi (Fe) dalam sistem periodik unsur (SPU) termasuk kedalam golongan VIII. Besi dapat dibuat dari biji besi dalam tungku pemanas. Biji besi biasanya mengandung Fe2Oyang dikotori oleh pasir (SiO2) sekitar 10% serta sedikit senyawa sulfur, fosfor, aluminium dan mangan. Besi dapat pula dimagnetkan.
Endapan pasir besi, dapat memiliki mineral-mineral magnetik seperti magnetik (Fe3O4), hemafit (α-Fe2O3) dan maghemit (γ-Fe2O3). Mineral-mineral tersebut mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai bahan dasar untuk tinta kering (toner) pada mesin photo-copy dan printer laser, sementara maghemit  adalah bahan untuk pita kaset.
Ion besi (II) dapat mudah dioksidasikan menjadi Fe (III), ini merupakan zat pereduksi yang kuat. Semakin kurang asam larutan itu, semakin nyatalah efek ini, dalam suasana netral atau basa bahkan oksigen dari atmosfer akan mengoksidasikan ion besi (II). Garam-garam besi (III) atau feri diturunkan dari oksida besi (III), Fe2O3. Mereka lebih stabil daripada garam besi (II). Dalam larutannya, terdapat kation-kation Fe3+ yang berwarna kuning muda, jika larutan mengandung klorida, warna menjadi semakin kuat. Zat-zat pereduksi mengubah ion besi (III) menjadi besi (II). Ion ferro [Fe(H2O)6]2+ memberikan garam berkristal.
Besi (III) terdapat dalam garam berkristal dengan kebanyakan anion selain anion-anion seperti iodida, yang tidak dapat dilawan karena sifat reduksinya :

           Fe3+  +  I = Fe2+ 1    I2
                                                          2
Garam yang mengandung ion ferri akuo, [Fe(H2O)6]3+  seperti Fe(ClO4)310H2O adalah merah jambu pucat  hamper putih, dan ion akuonya adalah merah lembayung pucat. Kecuali bila larutan Fe3+ cukup kuat keasamannya, terjadi hidrolisis dan umumnya larutan menjadi kuning karena pembentukan spesies hidrokso yang mempunyai pita perpindahan muatan dalam daerah ultraviolet dan berakhir ke daerah tampak.
Adapun sifat-sifat dari unsur besi yaitu besi mudah berkarat dalam udara lembab dengan terbentuknya karat (Fe2O3.nH2O), yang tidak melindungi besinya dari perkaratan lebih lanjut, maka daripada itu besi ditutup lapisan dengan logam zat-zat yang lain seperti timah, nikel, seng dan lain-lain H2 dan Fe3O4. Sedangkan kalau dipijarkan di udara besi akan membentuk Fe2O(ferri oksida) dan menggerisik serta jika suatu besi tidak termakan oleh basa, besi dapat larut dalam asam sulfat encer  dan asam klorida dengan membentuk H2, asam sulfat pekat tidak memakan besi.
Garam-garam unsur  triad besi biasanya terkristal dari larutan sebagai hidrat, jika diletakkan pada uap lembab atmosfer, tergantung pada tekanan parsial H2O. hidrat dapat terjadi dalam warna-warna yang berbeda. Pada udara kering, air hidrat  lepas dan padatan berangsur-angsur berubah menjadi merah muda. Senyawa besi (II) menghasilkan endapan biru turbull, jika direaksikan dengan heksasioferrat (III).
Besi membentuk dua deret garam yang penting. Garam-garam besi (II) atau ferri diturunkan dari besi (II) oksida, FeO. Dalam larutan garam-garam ini mengandung kation Fe2+ dan berwarna sedikit hijau. Ion-ion gabungan dan kompleks-kompleks yang berwarna tua adalah juga umum. Ion besi (II) dapat mudah dioksidasi menjadi besi (III) maka merupakan pereduksi yang kuat, semakin kurang asam larutan itu, semakin nyatalah efek ini. Dalam suasana netral atau basa bahkan oksigen dari atmosfer akan mengoksidasi ion besi (II). Maka larutan besi (II) harus sedikit asam bila ingin disimpan untuk waktu yang agak lama.  
Apabila jumlah mol besi (II) sulfat dan ammonium sulfat sama, dan masing-masing garam tesebut dilarutkan sampai jenuh dengan air panas, sedangkan kedalam larutan besi (II) sulfat ditambahkan sedikit asam sulfat akhirnya kedua larutan tersebut dicampurkan satu sama lain maka proses pendinginannya akan terbentuk kristal monoklin yang berwarna hijau kebiru-biruan, garam ini adalah garam besi (II) ammonium sulfat  dengan rumus:   (NH4)2Fe(SO4)2.6H2O. Senyawa ini lazim disebut dengan garam mohr. Jika dibandingkan dengan garam besi (II) sulfat atau besi (II) klorida, maka kristal garam Mohr lebih stabil diudara dan larutannya tak mudah dioksidasi oleh oksigen di atmosfer. Garam mohr banyak digunakan dalam bidang kimia analitik, yaitu dalam analisis volumetri, untuk membakukan larutan kalium permanganat atau kalium bikromat.
Garam Mohr cukup stabil terhadap udara dan terhadap hilangnya air dan umumnya dibuat untuk membuat larutan baku Fe2+  bagi analisis volumetrik dan sebagai zat pengkalibrasi dalam pengukuran magnetik. Sebagian FeSO4.7H2O secara lambat melapuk dan beruabah menjadi kuning coklat bila dibiarkan dalam udara. Penambahan HCO3- atau SH- kepada larutan aqua Fe2+ berturut-turut mengendapkan FeCOdan FeS. Ion Fe2+  teroksidasi dalam larutan asam oleh udara menjadi Fe3+. Dengan ligan-ligan selain air yang ada, perubahan yang nyata dalam potensial bisa terjadi.
Garam mohr mempunyai banyak fungsi, tetapi garam mohr biasanya digunakan untuk : membuat larutan baku Fe2+ bagi analisis volumetrik, sebagai zat pengkalibrasi dalam pengukuran magnetik, Untuk meramalkan urutan daya mengoksidasi oksidator K2Cr2O7, KMnOdan KBrO3 (dengan konsentrasi yang sama ~ 0,1 N) terhadap ion Fe2+.
Pertumbuhan kristal dapat terjadi pada temperatur kamar.

C.     Alat dan Bahan
Alat :                                                         Bahan:
Gelas ukur                                                 Asam sulfat 20%
Corong kaca                                              Larutan ammonia 25%
Kaki tiga                                                   Serbuk besi
Kasa asbes                                                 Kertas saring
Pembakar spirtus
Cawan porselen
Pengaduk

D.    Cara Kerja
Larutan A                                                                          Larutan B
  


E.     Data Pengamatan
Serbuk Fe yang digunakan : 3,5587 g
a.       Warna dan bentuk (p, c, g) H2SO: larutan (cair), tidak berwarna.
b.      Warna dan bentuk (p, c, g) serbuk besi : padatan (serbuk halus), abu-abu.
c.       Warna dan bentuk (p, c, g) NH3: larutan (cair), tidak berwarna.
d.      Reaksi yang terjadi dalam percobaan :
e.       Perhitungan berat garam mohr secara teoritis :
f.       Berat garam mohr yang dihasilkan : 6,8337 gram.
g.      Warna dan bentuk kristal garam mohr : hijau kebiruan, kristal (padat).
h.      Rendemen garam mohr hasil praktikum :

F.      Pembahasan
Garam mohr adalah
1.      Larutan A
Larutan A dibuat dengan menetralkan 25 ml asam sulfat 20% dengan 25% ammonia, sehingga dihasilkan larutan (NH4)2SO4. Larutannya panas dan tidak berwarna. Larutan ini kemudian diuapkan sampai jenuh (volume berkurang setengahnya) dengan tujuan untuk menguapkan NH3. Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
2.      Larutan B
Larutan B dibuat dengan melarutkan 3,5587 gram serbuk besi dalam 50 ml asam sulfat 20%. Serbuk besi yang berwarna abu-abu kehitaman setelah dilarutkan dengan asam sulfat dan serbuk besi akan melarut sedikit demi sedikit. Pemanasan berfungsi untuk mempercepat reaksi. Dimana asam sulfat tersebut merupakan pelarut yang mengandung proton yang dapat diionkan  dan berupa asam kuat atau lemah. Untuk melarutkan semua besi, larutan tersebut dipanaskan sampai hampir semua besi larut, tapi sulit untuk melarutkan semua besi. Fungsi pemanasan disini yaitu untuk menghilangkan gas Hdan mempercepat pembentukan ion Fe2+ yang ditandai dengan terbentuknya hablur berwarna kehijauan.  Kemudian larutan tersebut disaring dalam keadaan panas dengan mengunakan kertas saring, ke dalam larutan tersebut ditambahkan sedikit H2SOsampai terbentuk kristal di permukaan larutan. H2SOdisini berfungsi untuk mengoksidasi logam Fe menjadi ion logam Fe2+.
Adapun tujuan dari penyaringan adalah untuk memisahkan larutan dari filtratnya, dan penyaringan dalam keadaan panas berfungsi untuk menghindari terbentuknya kistal menghindari terbentuknya kristal pada suhu yang rendah dan tujuan dari pemanasan adalah sebagai katalis yaitu untuk mempercepat terjadinya reaksi sehingga hampir semua besi larut. Pemanasan dilakukan secara perlahan dengan api sedang agar tidak terjadi oksidasi pada besi (Fe). Larutan ini terus diuapkan dengan tujuan untuk mengurangi molekul air yang ada pada larutan. Percobaan ini manghasilkan garam besi (II) sulfat yang merupakan garam besi (II) yang terpenting. Garam-garam besi (II) atau fero diturunkan dari besi (II) oksida, FeO. Dalam larutan, garam-garam ini mengandung kation Fe2+ sehingga berwarna hijau dan Pembentukan FeSO4    dari logam Fe merupakan reaksi elektron berdasarkan prinsip termokimia.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :
3.      Larutan A dan Larutan B
Pembentukan kristal garam mohr dapat dilakukan dengan mencampurkan larutan A dan larutan B dalam keadaan panas. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi pengkristalan larutan pada suhu yang rendah, sehigga dihasilkan larutan yang berwarna hijau muda. Untuk memperoleh kristal, dilakukan pendinginan selama tiga hari di dalam lemari es agar terbentuk Kristal yang lebih halus. Setelah diambil dari lemari es, garam mohr disaring kemudian ditetesi air panas dengan tujuan untuk memperoleh garam mohr yang murni. Setelah kering, Kristal garam mohr ditimbang dengan menggunakan neraca analitik dan diperoleh hasil sebesar 6,8337 gram. Dari hasil perhitungan, diperoleh rendemen garam mohr sebesar . Kristal garam mohr yang diperoleh berwarna kehijauan. Garam mohr ini merupakan garam rangkap yang terbentuk dari reaksi besi dengan larutan asam sulfat dan ammonia. Senyawa yang terkandung di dalam garam mohr antara lain : logam besi (logam transisi) larutan amoniak (NH3) dan Asam sulfat pekat (H2SOpekat). Larutan amoniak disini berfungsi sebagai ligan yang mempunyai sebuah orbital yang berisi elektron tak berpasangan untuk interaksinya dengan logam, bentuk kompleks koordinasi yang klasik dengan logam. Mereka bergabung hanya dengan interaksi elektron ligan dengan orbital d, s, atau p yang kosong dari logam. Ligan ini adalah basa lewis, dan logam adalah asam lewis. Ikatan ini dibentuk dari rotasi simetrik diatas sumbu logam dengan ligan dan digambarkan sebagai suatu ikatan.
Persamaan reaksi yang terjadi adalah :

G.    Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum Sintesis Garam Mohr ini adalah :
1.      Garam mohr ini merupakan garam rangkap yang terbentuk dari reaksi besi dengan larutan asam sulfat dan ammonia.
2.      Kristal garam mohr berbentuk monoklin berwarna kehijauan.
3.      Rumus molekul garam mohr adalah .
4.      Berat garam mohr yang dihasilkan sebesar 6,8337 gram dengan rendemen 
5.      Pembuatan garam mohr dilakukan dengan cara kristalisasi, yaitu melalui penguapan, dan pendinginan.

H.    Saran
Saran untuk praktikum Sintesis Garam Mohr ini adalah :
1.      Mempelajari dan mempersiapkan segala yang dibutuhkan sebelum memulai praktikum.
2.      Memakai perlengkapan keselamatan seperti jas lab, masker, dan sarung tangan.
3.      Bekerja secara teliti dan kompak antaranggota kelompok.

I.       Dafrtar Pustaka
Harjadi, W. Ilmu kimia Analitik Dasar. Erlangga. Jakarta. 1989.
http://hafiyahaziz.blogspot.com/2011/05/laporan-pembuatan-garam-mohr.html
Svehla, G. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan    Semimakro Bagian 1. PT. Kalman Media Pustaka. Jakarta. 1985.
Tim Dosen Kimia Anorganik. 2014. Petunjuk Praktikum Kimia Anorganik. Semarang: Laboratorium Kimia FMIPA Unnes.








J.       Lampiran
Data Pengamatan
Foto Praktikum

  

   

0 komentar:

Posting Komentar