Jadwal Shalat

Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Jadwal Waktu Shalat Wilayah Semarang

"Selalu ada Allah SWT, maka berharaplah kepada-Nya" (Kasmui@Allah.SWT)
Home

Sabtu, 29 November 2014

ALDEHID DAN KETON

Tujuan  Pembelajaran

Dalam kegiatan belajar ini Anda akan mempelajari gambaran umum tentang defenisi, struktur molekul, tatanama dan sifat-sifat senyawa aldehid dan keton. Anda diharapkan dapat:
  1. Menjelaskan defenisi senyawa aldehid dan keton
  2. Menjelaskan perbedaan senyawa aldehid dan keton
  3. Memberi nama aldehid dan keton sesuai aturan IUPAC
  4. Menjelaskan perbedaan sifat-sifat aldehid dan keton 
  5. Menuliskan reaksi-reaksi yang spesifik dari aldehid dan keton
Uraian Materi

Senyawa aldehid dan keton merupakan senyawa yang mengandung gugus karbonil, senyawa ini banyak dijumpai di alam. Beberapa kelompok aldehid antara lain :

 
Formaldehid              Aldehid Alifatik          Aldehid Aromatik
 Beberapa kelompok keton

Keton alifatik, alkil, aril keton, keton aromatik, halidaketon siklik

 Beberapa senyawa aldehid dan keton di alam


Benzaldehid               sinamaldehid                  vanillin
(minyak badam)         (kayu manis)                (biji vanili)


Karvon                   vitamin K                                   Jasmon
(minyak permen)                                           (dari minyak bunga melati)

Tatanama aldehid dan keton

IUPAC diturunkan dari alkana diganti akhiran nal (aldehid) atau on (keton), kadang-kadang digunakan juga nama trivial (perdagangan).


IUPAC   Metanal                   etanal                          propanal
Trivial  : formaldehida           asetaldehida               propionaldehid

IUPAC : propanon                2-butanon                   sikloheksanon
Trivial  : aseton                  etil metil keton                                

IUPAC : metil fenil keton                              difenil keton
Trivial : asetofenon                                        benzofenon

Beberapa sifat fisika senyawa karbonil

  • Metanal berupa gas, senyawa aldehid dan keton dengan jumlah atom C rendah berupa cair.
  • Benzaldehid berupa cairan tak berwarna dengan rasa seperti buah almond.
  • Etanal dan propanone larut dalam air dengan membentuk ikatan hidrogen dengan air, sedangkan benzaldehid tdk larut dalam air.

Reaksi pembuatan senyawa karbonil

1. Ozonolisis

2. Oksidasi alkohol

Alkohol primer akan menghasilkan aldehid, alkohol sekunder akan menghasilkan keton
3. Asilasi benzena


4. Hidrasi alkena

Akan terbentuk senyawa keton

5. Reaksi dekarboksilasi

6. Dari acil klorida (metode yang baik untuk pembuatan aldehid)

Beberapa sifat kimia senyawa karbonil

1. Reduksi ( menghasilkan alkohol)

R.A.:    1.  H2 / Pt, Ni atau Pd
                (dapat juga utk reduksi C=C dan CºC)
            2. Na/ Hg dalam etanol
                (dapat juga utk reduksi RX)
            3. LiAlH4, NaBH4
    (LiAlH4, dapat juga utk reduksi asam &  turunannya)

2. Reduksi (menghasilkan alkana)

Clemmensen Reduction / Wolff-Kishner Reduction



a. Clemmensen reduction: Zn / Hg in conc.HCl
b. Wolff-Kishner reduction: NH2NH2 in NaOH

3.    Oksidasi
Reaksi spesifik untuk aldehid, untuk membedakan dengan keton


  (These are very important tests)

a. Dengan Reagen Fehling



b. Reagent Tollen’s 





Reagent Tollen’s dibuat dari larutan perak nitrat dan amonia. Disebut juga reaksi pembentuk cermin perak.

   a. Oksidasi dengan KMnO4 menghasilkan asam karboksilat

        b. Oksidasi keton membentuk asam karboksilat
Reaksi oksidasi ini bukan cara yang baik, oleh karena ikatan yang putus tidak dapat terkontrol.

4. Reaksi pembentukan Iodoform 



Cocok digunakan untuk  membuktikan adanya Gugus :


Reaksi adisi nukleofilik 

Reaktivitas reaksi adisi nukleofilik 

Faktor yang mempengaruhi:
  1. Faktor elektronik akibat pengaruh induksi positif dari gugus alkil menyebabkan karbon karbonil kurang elektro positif.
  2. Faktor elektronik  akibat adanya resonansi

Contoh : benzaldehid kurang reaktif akibat adanya resonansi

3. Faktor sterik
Pada reaksi adisi nukleofil karbon karbonil mengalami perubahan hibridisasi dari  sp2 menjadi sp3 sehingga meningkatkan halangan sterik disekitar karbon karbonil. Jika gugus R semakin meruah bentuk intermedietnya juga  menjadi semakin kurang stabil. 
 
a. Reaksi adisi nukleofilik dengan  HCN (or KCN / H+)
 
 mekanisme:


Sianohidrin merupakan zat antara sintetik yang berguna, gugus CN dapat dihidrolisis menjadi gugus karboksil atau ester
Contoh :


 

b. Reaksi adisi nukleofilik dengan NaHSO3
Dalam keadaan dingin senyawa bisulfit yang terbentuk dapat  mengkristal. Reaksi ini digunakan untuk pemisahan dan identifikasi  senyawa karbonil.  Senyawa karbonil dapat terbentuk kembali dengan penambahan alkali.

c. Adisi nukleofilik dengan ROH (Pembentukan Ketal / Acetal)

Senyawa karbonil dapat terbentuk kembali jika ditambahkan H+ / air. Acetal dan ketal biasa digunakan sebagai cara proteksi gugus fungsi dalam sintesis.
 
5. Reaksi kondensasi
 
a. Reaksi kondensasi dengan hidroksilamin
 
Aldehid akan membentuk aldoxim, keton akan menghasilkan ketoxim, yang berupa padatan putih. Reaksi ini dapat digunakan untuk identifikasi adanya senyawa karbonil.
b. Reaksi kondensasi dengan hidrazin 
 
d. Reaksi kondensasi dengan 2,4-dinitropenilhidrazin (identifikasi gugus karbonil yang banyak dilakukan)

6. Dengan PCl5


7. Aldol kondensasi

 





Dalam reaksi aldol kondensasi, senyawa karbonil harus mempunyai hidrogen a yang bersifat lebih asam dan karbanion yang terbentuk distabilkan oleh resonansi.
 


Contoh reaksi kondensasi aldol silang
 
8. Reaksi Cannizaro
 
Dalam reaksi tersebut terjadi peristiwa reaksi dismutase atau disproportionasi, dimana benzaldehid (yang tidak memilik H-a) mengalami reaksi oksidasi sekaligus reduksi.
 

2 komentar: